Generasi Baru Indonesia Tegal

Kamis, 05 September 2019

SKNBI SEBAGAI ALTERNATIF SISTEM PEMBAYARAN NON CASH YANG TEPAT BAGI PENGUSAHA


SKNBI SEBAGAI ALTERNATIF SISTEM PEMBAYARAN NON CASH YANG TEPAT BAGI PENGUSAHA

Pada zaman dahulu, awal mula alat pembayaran itu menggunakan sistem barter yakni transaksi dilakukan dengan cara tukar menukar barang yang ada. Setelah sistem barter maka munculah satuan tertentu yang memiliki nilai pembayaran yang lebih dikenal dengan uang. Uang bisa disebut dengan alat pembayaran tunai/cased based. Sampai sekarangpun uang tetap dijadikan sebagai alat pembayaran dikalangan masyarakat Indonesia. Akan tetapi saat ini sudah terdapat sebagian masyarakat yang menggunakan alat pembayaran non tunai/non cash. Alat pembayaran non cash ini contohnya seperti alat pembayaran berbasis kertas/paper based, misalnya, cek dan bilyet giro. Alat pembayaran paperless seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu/cash based. Cash based seperti ATM, kartu kredit, kartu debit dan kartu prabayar.
Di Indonesia terdapat lembaga independen yang mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran yakni Bank Indonesia. Dimana sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem Pembayaran di Indonesia semakin berkembang saat ini. Bank Indonesia telah memiliki suatu sistem yang bertujuan untuk mitigasi risiko dalam pembayaran nasional, dimana sistem tersebut dinamakan sistem setelmen. Sistem setelmen adalah sistem penyelesaian transaksi yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Untuk sistem setelmen yang dikembangkan oleh Bank Indonesia diantaranya adalah BI-RTGS/Bank Indonesia Real Time Gross Settlement, BI-SSSS/Bank Indonesia Securities Settlement System dan SKNBI/Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia.

Tujuan dari Bank Indonesia memunculkan sistem setelmen ini pada sistem pembayaran adalah untuk mempermudah seluruh kalangan masyarakat dalam melakukan pembayaran. Peralihan penggunaan alat pembayaran cash menjadi non cash inilah yang mengharuskan munculnya pembaharuan pada sistem pembayaran yang telah ada. Sistem pembayaran yang di munculkan oleh Bank Indonesia saat ini telah menyeluruh pada aspek perekonomian, akan tetapi memang kembali lagi pada literasi yang dimiliki masyarakat masih sangat rendah sehingga sistem yang ada belum sampai menyeluuh diketahui oleh semua kalangan masyarakat. Dimana pada bulan Agustus lalu pihak Bank Indonesia mengatakan bahwa akan terdapat pembaharuan pada sistem SKNBI guna untuk mendorong sistem pembayaran yang lebih efektif dan efisien.
SKNBI yang memiliki kepanjangan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia. Dimana SKNBI adalah sistem kliring antar bank untuk alat pembayarannya berupa cek, bilyet giro, nota debet lainnya, dll. Dimana SKNBI sangat berbeda dengan BI-RTGS dimana kalau BI-RTGS dalam proses aktivitasnya lebih kepada transaksi pembayaran yang High Value Paymet atau mudah disebut dengan transaksi yang nominalnya besar yakni transaksi yang dilakukan nominalnya lebih besar atau di atas Rp. 100 juta ke atas. Sistem BI-RTGS ini penyelesian transaksinya itu dalam waktu seketika, sehingga sistem yang seperti ini cocok digunakan oleh masyarakat yang menginginkan transaksinya cepat karena sesuatu yang urgent. Meskipun memiliki kelebihan itu, akan tetapi sistem RTGS sangat dibilang mahal biayanya dari SKNBI yaitu sekitar Rp. 20.000.
Dalam artikel ini penulis akan memberikan informasi mengenai pentingnya menggunakan SKNBI sebagai alternatif yang tepat pada sistem pembayaran. Pada 1 September 2019 ini terdapat penyempunaan kebijakan SKNBI. Dimana isi tentang penyempurnaan kebijakan SKNBI yang baru adalah mengenai penambahan periode setelmen dan layanan regular. Dimana sebelum adanya penyempurnaan, periode setelmen dalam setiap harinya hanya lima kali dan dua kali dalam layanan regular tetapi sekarang dalam tiap harinya terdapat sembilan kali setelmen. Tidak hanya mengenai penambahan periode setelmen saja tetapi juga terdapat penurunan biaya sebesar 30% yang tadinya  Rp. 5.000 sekarang menjadi Rp. 3.500 untuk semua layanan SKNBI. Kebijakan ini sangatlah memberikan keuntungan bagi masyarakat khususnya para penguasaha melakukan transfer antar bank. Dimana untuk biaya yang dikeluarkannyapun sudah lebih murah dari sebelumnya. Ada beberapa alasan mengenai pentingnya para pengusaha ritel menggunakan sistem SKNBI diantaranya karena biayanya lebih murah, lebih efektif dan efesien,dll.
Setiap pengusaha pasti mempertimbangkan mengenai pengeluaran yang digunakan untuk operasional usahanya, salah satunya biaya transfer baik aktivitas transfer antara pengusaha dengan pemasok ataupun konsumen dengan pengusaha. Sistem pembayaran berupa SKNBI ini dapat membantu para pengusaha dalam meminimalisir biaya. Adanya sistem SKNBI selain dapat mengefisiensi biaya juga dapat meminimalisir  risiko. Dapat dikatakan meminimalisir risiko karena pada sistem SKNBI itu hanya diperuntukkan pada alat pembayaran berupa cek, bilyet giro, dll. Artinya ketika terdapat transaksi dengan nominal yang tidak sedikit yakni dibawah 1 miliyar berdasarkan penyempurnaan kebijakan SKNBI yang baru lebih baik menggunakan alat pembayaran berupa cek ataupun sejenis cek lainnya.
Dengan penggunaan cek dan memanfaatkan SKNBI maka memberikan keamanan serta dapat  meminimalisir risiko berupa kriminalitas. Karena pengusaha dalam bertransaksi tidak perlu membawa uang cash dengan jumlah yang cukup banyak yang dapat membahayakan dirinya akan tetapi lebih memilih untuk menggunakan cek, bilyet giro ataupun sejenisnya. SKNBI ini adalah sistem kliring artinya dapat bertransaksi melalui alat pembayaran non cash antar bank. Antar bank disini adalah beda bank, proses SKNBI dapat dicontohkan seperti Pak Toni sebagai pengusaha mebel terkenal di Pekalongan mendapatkan pesanan dari Pak Budi kemudian dalam membayarnya Pak Budi menggunakan alat pembayaran cek dari Bank X akan tetapi Pak Toni hanya memiliki rekening di Bank Y. Adanya SKNBI ini maka cek yang dimiliki oleh Pak Toni dari pembayaran yang dilakukan oleh Pak Budi yang berasal di Bank X itu dapat dicairkan melalui rekening Y yang dimiliki oleh Pak Toni. Oleh karena itu SKNBI dapat dijadikan alternatif sistem pembayaran non cash yang tepat untuk kalangan pengusaha karena memberikan keuntungan berupa biaya yang murah, transaksi yang lebih efisien serta efektif. 

Oleh: Nur Auliyatussaa’dah
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar