Generasi Baru Indonesia Tegal

Kamis, 05 September 2019

IMPLEMENTASI QRIS (QUICK RESPONSE INDONESIA STANDAR) UNTUK PEMBAYARAN


Image by : Republika

IMPLEMENTASI QRIS (QUICK RESPONSE INDONESIA STANDAR) UNTUK PEMBAYARAN
Oleh:
Ayu Permatasari
GenBI Tegal

 Era  industri 4.0 merupakan sebuah fenomena yang harus dihadapi agar tidak tergerus perkembangan zaman, perubahan pola aktivitas industri dengan memanfaatkan internet sudah selayaknya diimplementasikan oleh industri besar maupun mikro  kecil menengah. Selain itu, lembaga keuangan baik bank maupun non bank juga harus mengimplementasikan suuatu sistem pembayaran dengan standar nasional yang mampu mempercepat proses dalam melakukan pembayaran. Maka dengan itu, Bank Indonesia membuat suatu peraturan nomer 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code Untuk Pembayaran. Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa Bank Indonesia telah memberikan ijin kepada Penyeleggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk mengeluarkan e-money. E-money dan perusahaan jasa sistem pembayaran yang diberikan ijin oleh Bank Indonesia diantaranya OVO, Dana, Link Aja, Go-Pay, M-Banking, Paytren.
Selain itu, Bank Indonesia dalam mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional lebih mengopimalkan potensi quick response code dalam ekonomi dan keuangan digital. Karena dengan adanya quick response code untuk pembayaran maka akan mewujudkan sistem pembayaran yang lancar, aman, efisien, dan andal. Quick Response Code atau yang biasa disebut dengan QR Code pembayaran merupakan kode dua dimensi yang terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kiri atas, dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakter, dan simbol, yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi pembayaran nirsentuh melalui pemindaian.

Standar nasional QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi pembayaran di Indonesia disebut dengan QRIS (Quick Response Indonesia Standar). Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan QRIS ini biasanya difasilitasi dengan QR Code. QR Code pembayaran memiliki peran utama untuk menampilkan identitas salah satu pihak dalam pemrosesan transaksi pembayaran. Dalam pemrosesan transaksi pembayaran ini,QR Code ditamplkan oleh salah satu pihak yang bertransaksi untuk kemudian akan dipindai oleh pihak yang lainnya. QR Code pembayaran terdiri atas  QR Code pembayaran statis dan QR Code pembayaran dinamis. QR Code pembayaran statis biasanya pihak penjual menyediakan satu QR Code yang nantinya akan dipindai oleh masing masing pembeli dimana nantinya pembeli akan menginput harga barang yang telah dibelinya. Sedangkan QR Code pembayaran dinamis biasanya antara pembeli satu dengan pembeli yang lainnya memiliki kode QR yang berbeda setiap transaksinya kemudian nantinya pembeli akan membayar melalui mesin EDC. Sedangkan model penggunan QR Code pembayaran ada dua jenis yaitu Merchant Presented Mode dan Customer Presented Mode.
Peran Bank Indonesia dalam sistem pengawasan pembayaran menggunakan QRIS ini yaitu dengan cara meminta laporan terkait pemrosesan transaksi QRIS kepada Penyelanggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), selain itu Bank Indonesia juga berwenang meminta laporan terkait pemrosesan transaksi QRIS kepada pihak yang bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran. Pengawasan disini biasanya yang dilakukan oleh Bank Indonesia berupa pengawasan tidak langsung dimana Bank Indonesia hanya meminta laporan, dan atau dokumen, data, informasi penjelasan terkait pemrosesan transaksi QRIS. Sedangkan pengawasan langsung yang dilakukan Bank Indonesia yaitu dengan melakukan pemeriksaaan (on site visit) baik secara berkala maupun setiap waktu yang diperlukan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar