Generasi Baru Indonesia Tegal

Jumat, 06 September 2019

E-MONEY SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN ZAMAN NOW


“E-MONEY SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN ZAMAN NOW”
Oleh:
Dian Rianti
GenBI Tegal
            E-Money adalah alat pembayaran yang memiliki nilai uang yang tersimpan didalam server atau Chip. e-Money dapat digunakan untuk pembayaran tiket kendaraan umum, membayar tol hingga berbelanja ditoko yang bekerja sama dengan Layanan e-Money. Nilai uang yang ada didalam e-Money akan berkurang saat pengguna menggunakannya. e-Money hadir diindonesia tahun 2009 dan diterbitkan oleh pihak perbankan dan lembaga selain bank atas izin Bank Indonesia.

Lebih ditelaah lagi, ternyata Kartu debit menjadi alat pembayaran non tunai yang paling disukai milenial sebesar 50%, diikuti uang elektronik sebesar 33% dan kartu kredit 17%. Riset tersebut dilakukan terhadap 1.020 milenial berusia 21-37 tahun pada 34 kota besar di Indonesia. Sementara dilihat dari penggunaan kartu kredit, mayoritas pengeluaran kartu kredit milenial tersalurkan untuk produk elektronik sebanyak 27%, makanan dan minuman 25%, menyususl pembayaran perjalaan wisata sebesar23%, dan pembelia produk fesyen sebesar 15%. Berdasarkan hasil riset tersebut menunjukkan bagaimaa gadget, liburan. Sebagaimana disebut dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money) yang kini sudah diperbarui menjadi PBI Nomor: 18/ 17/PBI/2016, E-money diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit dan nilai uang tersebut disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip. E-money bukan hanya sebagai pengganti uang tunai fisik dalam bentuk koin dan uang kertas dengan uang elektronik yang setara, namun juga sebagai sebuah sistem yang memungkinkan seseorang untuk membayar barang atau jasa dengan mengirimkan nomor dari satu komputer ke komputer lain. Kemunculan e-money di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk mengurangi tingkat pertumbuhan penggunaan uang tunai. Dikhususkan untuk pembayaran-pembayaran yang bersifat mikro dan ritel. 
Lalu, apa perbedaan antara proses pembayaran dengan e-money dibandingkan dengan pembayaran menggunakan kartu kredit atau kartu debit? Perbedaan utamanya adalah para pengguna e-money tidak perlu memberikan informasi kartu kredit atau kartu debit mereka saat bertransaksi. Hal ini akan mengurangi resiko terjadinya pencurian data pribadi dan juga mengurangi resiko penipuan.
Bila dilihat secara jumlah, transaksi, dan volume, e-money terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan tersebut jauh bila dibandingkan pertumbuhan kartu kredit dan kartu ATM yang pertumbuhannya cenderung stagnan. Sebagai catatan, jumlah kartu ATM dan debit di Indonesia pada 2015 terdapat 112,9 juta kartu. Sementara jumlah kartu kredit di Indonesia pada 2015 mencapai 16,9 juta kartu. Nilai transaksi melalui kartu kredit di 2015 mencapai Rp 281,3 triliun, sementara nilai transaksi melalui kartu ATM dan Debit mencapai Rp 4,4 kuadriliun. Di bawah ini adalah data penggunaan e-money dari tahun ke tahun.
E-money adalah salah satu alternatif yang amat potensial dalam menggenjot peningkatan inklusi keuangan. Perusahaan telekomunikasi dan perbankan pun berlomba-lomba mengeluarkan layanan dan produk e-money. Hampir seluruh perbankan besar di Indonesia saat ini memiliki layanan e-money, seperti Mandiri e-money, BRI Brizzi, BNI Tapcash, BCA Flazz, dan ada T-cash yang merupakan produk dari perusahaan telekomunikasi, Telkomsel. Bahkan, langkah mereka juga dibuntuti oleh pelaku bisnis startup tepatnya di bidang financial technology (fintech) yang memiliki skala lebih kecil namun pergerakannya amat lincah. Seperti contoh Tokocash milik Tokopedia, ada Bukadompet milik Bukalapak dan Gopay kepunyaan Gojek.
Akan tetapi ada beberapa kekurangan pemakaian e-money di Indonesia.
1. Sinyal harus stabil jika ingin melakukan transaksi. Karena e-money berbasis internet, maka ketika melakukan sebuah transaksi sinyal ponsel anda harus stabil. Kegagalan transaksi terkadang menimbulkan masalah baru.
2. Belanja mengunakan e-money lebih boros. Kemudahan melakukan transaksi mengunakan handphone ini memanjakan para pengguna untuk bisa melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun. Jadi, para penguna e-money bisa dengan mudah mengeluarkan uang tanpa harus bertransaksi melalui ATM.
3. E-money kurang aman. Dari segi keamanan e-money hadir tanpa dilengkapi dengan fitur keamanan. Jadi apabila Anda kehilangan handphone, maka isi saldo tidak akan bisa dibekukan dan bisa dengan mudah digunakan orang lain.
4. Tidak semua minimarket bisa bertransaksi mengunakan e-money. Penggunaan uang elektronik kadang-kadang bisa menyebalkan. Saat membeli barang di minimarket misalnya, proses transaksi dengan uang elektronik justru lebih lama dibandingkan membayar tunai sebab belum semua minimarket siap dengan pembayaran elektronik.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar