Generasi Baru Indonesia Tegal

Jumat, 06 September 2019

Bolehkah Uang Rupiah Kertas dipakai Untuk Mahar?


Bolehkah Uang Rupiah Kertas dipakai Untuk Mahar???


Oleh : Chaerul Anwar
Mahar atau maskawin adalah suatu pemberian dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang merupakan salah satu syarat sah dalam sebuah pernikahan atau perkawinan. hukum memberikan mahar adalah wajib bagi laki-laki, walaupun mahar bukan termasuk syarat atau rukun nikah.
Biasanya Selain seperangkat peralatan ibadah dan perhiasan, kebanyakan calon mempelai memilih uang sebagai mahar atau mas kawin untuk memenuhi syarat. Nah, agar tampak lebih cantik dan menarik, biasanya sejumlah uang ini dilipat dan disusun sedemikian rupa. Misalnya dengan dibentuk menjadi rangkaian bunga lengkap dengan vas yang kemudian disusun cantik diatas frame, ataupun dibentuk menjadi berbagai macam bentuk seperti masjid dan lain sebagainya.
Namun, tahukah kamu jika sebenarnya melipat-lipat uang (kertas) itu menyalahi aturan dalam undang-undang?

Yuk Kita cari tahu jawabannya...
"Dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011, khususnya pasal 35 berbunyi demikian: Setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
Sesuai pasal 35 tersebut, sanksinya tak main-main, pidana penjara maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp 1 miliar.
Alasannya adalah UU baru tersebut kini telah mempertegas posisi mata uang rupiah.
Rupiah dianggap sebagai salah satu simbol negara sehingga harus dihormati.
Merusak, memalsukan atau mengubah rupiah menjadi bentuk yang bermacam-macam dianggap tak menghargai kedaulatan rupiah atau bangsa Indonesia.
Padahal penggunaan mata uang rupiah terutama yang sudah tak berlaku marak dijadikan mahar.
Selain dilarang diapakai sebagai mas kawin, memperlakukan uang dengan cara disteples juga dapat terancam hukuman karena dianggap merusak fisik uang.
Dari pasal tersebut jelas diatur bahwa mata uang sebagai simbol negara harus diperlakukan sebaik-baiknya.
"Soal mahar pakai rupiah, intinya BI punya kampanye bagaimana kita memelihara uang, jangan dilipat, jangan dicoret-coret, jangan distaples, jangan dibasahi, dan jangan diremas-remas,"
"Jadi, kalau jadi mahar ya boleh-boleh saja. Boleh mas kawin, boleh uang tapi jangan dilipat-lipat."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar