Generasi Baru Indonesia Tegal

Jumat, 09 Agustus 2019

Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM

Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM
Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Perindustrian, di Indonesia kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dalam lima tahun terakhir yakni dari 57,84% menjadi 60,34% .  Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwasanya UMKM mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, termasuk dari Bank Indonesia. Dengan adanya UMKM ini dapat membantu perekonomian Indonesia. Pelaku ekonomi rakyat atau pelaku usaha yang paling besar berada pada UMKM.  Apabila UMKM ini terus mengalami perkembangan hal ini bisa ikut mengurangi pengangguran dan juga memberdayakan masyarakat secara mandiri. Sehingga masyarakat bisa memperoleh penghasilan sendiri tanpa harus bergantung dengan orang lain. Namun, untuk usaha kecil dan menengah ini nilai ekspornya relatif lebih kecil dibandingkan dengan usaha besar. Jenis produk yang dihasilkan oleh UMKM ini sebagian besar adalah produk konsumsi sederhana.
Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM
Bank Indonesia mempunyai UMKM binaan tersendiri.UMKM ini biasanya berbentuk klaster. Salah satu UMKM Bank Indonesia yang ada diwilayah Tegal yaitu klaster pada Bawang Putih. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang menjadi ketahanan pangan. Sehingga pengembangan UMKM pada klaster bawang putih ini sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya inflasi. Peran Bank Indonesia ini tidak hanya melalui bentuk pendampingan terhadap UMKM, tetapi juga memberikan bantuan yang dapat membantu menunjang perkembangan UMKM. Contoh nya yaitu seperti yang dilakukan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal pada Tanggal 1 Juli 2019 lalu. Bank Indonesia Kpw Tegal memberikan bantuan berupa Smartphone, laptop , printer dan kepada KWT Prima Wanita Tani (usaha black garlic) dan Gawai Griya Batik Cempaka. Hal ini dilakukan guna mendorong pemasaran digital. Karena di era sekarang ini pemasaran produk tidak hanya melalui offline, tetapi sudah mulai menggunakan sistem online. Sehingga agar produk dari UMKM ini bisa dikenal orang lebih luas pemasarannya juga harus melalui digital. Ketika produk UMKM ini sudah banyak dikenal orang maka nantinya juga bisa membantu meningkatkan penjualan UMKM ini dan tentunya UMKM bisa semakin berkembang.
Selain mendorong perkembangan UMKM pada masyarakat umum, Bank Indonesia juga berupaya mendorong perkembangan UMKM pada kalangan mahasiswa. Hal ini dilakukan melalui komunitas yang bernama GENBI (Generasi baru Indonesia). GENBI merupakan komunitas yang dibentuk oleh Bank Indonesia bagi mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. Didalam GENBI ini terdiri dari beberapa divisi, yaitu Divisi Kerjasama, Divisi Organisasi, Divisi Lingkungan Hidup, Divisi Kesehatan Masyarakat, Divisi Pendidikan, Divisi Kewirausahaan dan ada Badan Pengurus Harian.
Pada divisi kewirausahaan ini mahasiswa dituntut agar bisa membuat sebuah produk-produk yang inovatif.  Nantinya diharapkan Divisi Kewirausahaan ini bisa memperoleh penghasilan dan menjadi tulang punggung GENBI. Hasil dari penjualan ini diharapkan nantinya bisa digunakan untuk membiayai program-program kerja GENBI, sehingga GENBI ini bisa menjadi komunitas yang mandiri. Pada Divisi Kewirausahaan GENBI Tegal ini sudah mempunyai beberapa produk yakni ada kreasi paper quiling, Bucket bunga, Bucket Jajan, ada snack box, cemilan-cemilan yang disebut CeBi (Cemilan geBi)  ada potato, makaroni besar, makaroni kecil, Mie lidi dan Cassava Strip. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia yaitu beberapa produk dari divisi kewirausahaan ini diperbolehkan dipasarkan di Kantin Kejujuran yang ada di Bank Indonesia. Kantin kejujuran ini diperuntukkan bagi para pegawai Bank Indonesia. Bagi yang ingin membeli maka nanti uangnya ditaruh didalam toples. Hal ini dilakukan oleh Bank Indonesia secara tidak langsung untuk menumbuhkan UMKM dari kalangan mahasiswa. Agar nantinya ketika sudah menyelesaikan pendidikannya para mahasiswa ini tidak bergantung terhadap lowongan pekerjaan. Diharapkan nantinya para lulusan ini justru bisa membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain yakni melalui usaha. Sehingga bisa ikut mengurangi pengangguran.

Penulis : Arina Risqiana
Editor : Misbakhul Munir 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar