Generasi Baru Indonesia Tegal

Jumat, 26 Juli 2019

MANAJEMEN SEBUAH TREND DALAM PENGELOLAAN UMKM

MANAJEMEN SEBUAH TREND DALAM PENGELOLAAN UMKM

Dunia bisnis atau dunia wirausaha akhir-akhir ini dipandang oleh masyarakat mampu menjadi peluang besar bagi siapa saja yang melakukannya. Pengusaha sebagai subyek utama dalam memanajeman usaha memegang peran penting terhadap berhasil atau tidaknya suatu usaha yang dibangun. 
Berbagai survai menunjukkan bahwa 80% sampai dengan 90% usaha yang baru tumbuh, harus menyingkir dari pentas bisnis pada 2-3 tahun pertama sejak didirikan. Sebagian besar diantara mereka banyak yang tetap menjadi usaha kecil dan tidak tumbuh seperti yang diinginkan. Bahkan tidak sedikit yang betul-betul bangkrut sehingga harus keluar dari gelanggang. Sukses atau gagal dalam berbisnis sebenarnya merupakan hal yang biasa, bagaikan dua sisi dari mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Untuk menghindari berbagai efek buruk yang mungkin timbul, maka perlu diterapkan manejemen strategi bisnis yang tepat.
Salah satu bentuk dari manajemen strategi bisnis yaitu menangkap suatu tren. Trend adalah alat /mantra yang banyak digunakan dalam berbisnis untuk menghipnotis para customer. Memang benar bahwa trend menjadi mantra yang paling mujarab dikalangan dunia bisnis. Karena di dunia nyata mengikuti trend dianggap suatu hal yang istimewa. Sekali lagi, nilai suatu trend menjadi tolak ukur apakah bisnis kita yang jalankan dapat menguasai pasar sepenuhnya atau bahkan sebaliknya.
            Perlu dicatat, bahwa trend hanya menjadi sebuah pemanis dalam bisnis yang kita dirikan.  Karena jika hanya berpatok pada suatu trend tanpa dibarengi oleh suatu inovasi berkelanjutan maka bisnis kita hanya sesaat. Ada pepatah yang mengatakan, " jadilah berbeda atau brand kita tidak akan bertahan hidup lebih lama". Saya sangat sependapat dengan yang satu ini. Inovasi merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan kompetitif dalam dunia bisnis  oleh karena itu, keduanya harus berjalan secara harmonis. Bisnis kita tetap mengikuti trend tetapi dengan syarat bisnis kita yang jalani unik dan berbeda dari yang lain. Dengan hal itu maka bisnis kita akan berjalan dan berkembang dalam jangka panjang.
Menangkap tren harus dibarengin dengan sebuah inovasi. Karena senjata bisnis adalah inovasi yang berkelanjutan. Memperhatikan gerak-gerik pesaing menjadi suatu hal yang wajib bagi seorang pengusaha. Mereka yang tidak pernah tidur dan selalu gusar menyaksikan pertumbuhan bisnis perusahaan yang maju. Yang paling penting, tentu saja di lingkungan itu ada pembeli yang harus dimengerti karena menjadi sumber penghidupan bisnisnya. Pembeli bebas memilih untuk meninggalkan perusahaan karena ada produk lain yang bisa didapatkannya, yang mungkin lebih dekat, lebih murah atau barangkali lebih baik.
Hal tersebut menjadi alasan dan banyak perusahaan yang menerapkan manajemen inovasi berkelanjutan, dengan tujuan agar  perusahaan itu berhasil dan bertahan dalam jangka panjang. Panduaan/ dasar pokok bagi pengusaha mikro untuk menciptakan sebuah inovasi berkelanjutan dalam mencapai optimalisasi keunggulan bersaing. Sistematika penciptaan sebuah inovasi berkelanjutan untuk mencapai optimalisasi keunggulan dalam bersaing adalah sebagai berikut:


a.    Membaca trend, lebih dari sekedar mengamati
Pertama, untuk membaca trend haruslah dengan meningkatkan kemampuan untuk melakukan dengan pengamatan sebagai berikut: (1) Catatlah satu hal yang baru yang terjadi di perusahaan kita setiap hari dan mencatat apa maknannya bagi kita dalam sebuah catatan harian. (2) Kunjungi kantor-kantor UMKM terdekat yang secara geografis tersebar dan amati perbedaan gaya kerja mereka dan berbagai hal lain yang menunjukkan perbedaan. (3) Bacalah lebih banyak artikel dan buku tentang industri kita dan tulislah ringkasan tentang dimana nantinya. (4) Seringlah mengamati konsumen.
Kedua, pengidentifikasian pola dengan mengaitkan kesamaan-kesamaan dalam sifat-sifat kejadian pada jejaring gagasan yang ada dipikiran kita. Ketiga, menarik benang merahnya dari pola-pola kejadian disekitarya.
b.    Paradoks antara lingkungan dan sumber daya
·      Konsep Pemasaran
Menurut Ali Hasan (2008) pemasaran (marketing) merupakan sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasaan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan, pemegang saham). Sebagai strategi bisnis, marketing merupakan tindakan penyesuaian suatu organisasi yang berorientasi pasar dalam menghadapi kenyataan bisnis, baik dalam lingkungan mikro maupun lingkungan makro yang terus berubah. Dalam lingkungan bisnis yang berubah cepat, setiap bisnis harus menang di market yang berubah, marketing harus dilihat sebagai “bentuk interaksi dengan pasar” . Hal ini mengharuskan  seorang marketer untuk selalu dinamis dan intensif berinteraksi dengan pasar.
Pada kondisi pasar sekarang berubah sangat cepat, pelanggan sangat sensitif terhadap harga, kompetitor baru bermunculan, saluran distribusi baru dan saluran komunikasi baru juga semakin canggih dan teknologi yang mendukung pasar menjadi pendukung bangkitnya otomasi penjualan dan pemasaran. Masalah utama di pasar tersebut adalah terjadinya kelebihan kapasitas yang mengakibatkan terjadinya “hiperkompetisi”, terlalu banyak mengejar pelanggan yang jumlahnya terus berkurang, Kebanyakan produk kurang variatif akibatnya banyak pengusaha mengalami penurunan pangsa pasar, stagnasi, bahkan bangkrut karena tidak dapat bersaing. Agar setiap perusahaan dapat bertahan hidup, maka perusahaan harus berupaya:
1.        Menjadikan pemasaran sebagai konsep strategi bisnis yang mampu melakukan tindakan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang terus berubah; tujuannya agar perusahaan dapat mengatasi persaingan, mencegah merosotnya pangsa pasar, stagnasi, dan mencegah kebangkrutan.
2.        Secara terus-menerus perlu melakukan kaji ulang, penyesuaian dan mentransformasikan dimensi-dimensi perubahan, sustainable (berkelanjutan) dan enterprise (usaha) untuk mendorong penciptaan nilai yang terukur bagi stakeholder.
·      Inovasi Produk
Inovasi produk merupakan cara meningkatkan nilai sebagai sebuah komponen kunci kesuksesan sebuah operasi bisnis yang dapat membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan menjadi pemimpin pasar.
Dua konsep inovasi yang diajukan adalah keinovativan dan kapasitas berinovasi. Keinovasian adalah pikiran tentang keterbukaan untuk gagasan baru sebagai aspek budaya perusahaan, sedangkan kapasitas untuk berinovasi adalah kemampuan perusahaan untuk menggunakan atau menerapkan gagasan, proses/produk baru secara berhasil.
Munculnya inovasi produk pada dasarnya adalah untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga inovasi produk merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Selain itu, inovasi produk juga dapat berperan sebagai mediator yang menguatkan hubungan antara orientasi pasar dan kinerja perusahaan. Orientasi pasar berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja permasaran.
·      Orientasi Pelanggan
Orientasi pelanggan dalam hal ini ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam hal memberikan nilai-nilai superior pada pelanggan. Proses pembelajaran pelanggan dapat memberikan kemungkinan bagi perusahaan sebagai berikut.
1.         Untuk menyelidiki dan meneliti kesempatan inovasi yang diciptakan oleh permintaan pasar
2.         Melakukan pengurangan  resiko kesalahan terhadap kecocokan kebutuhan pembeli
3.         Mengarahkan perusahaan memahami fungsi-fungsi dan atribut produk yang lebih disukai dan menyakinkan pelanggan dipasar.
Jadi konsep produk baru dan desainnya harus berdasarkan preposisi nilai yaitu bagaimana produk dapat menciptakan nilai bagi pasar segmennya. Pemahaman menyeluruh seperti ini menjadikan penjual (seller) memahami siapa saja para pelanggan potensialnya, baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, apa yang diinginkan mereka pada saat ini dan pada saat mendatang, serta apa yang dirasakan mereka pada saat ini maupun apa yang mungkin mereka rasakan di saat yang akan datang.
·      Orientasi Pesaing
Orientasi pesaing berarti pemahaman yang dimiliki penjual dalam memahami kekuatan-kekuatan jangka pendek, kelemahan-kelemahan, kapabilitas-kapabilitas dan strategi-strategi jangka panjang baik dari pesaing utama. Oleh karena itu tenaga penjualan harus berupaya untuk mengumpulkan informasi mengenai pesaing dan membagi informasi itu pada fungsi-fungsi lain dalam perusahaan dan mendiskusikan dengan pimpinan perusahaan bagaimana kekuatan pesaing dan stategi yang mereka lakukan.
Orientasi pesaing mempunyai keterkaitan yang kuat dengan orientasi pelanggan dalam hal pengumpulan informasi dan mencakup analisis menyeluruh terhadap kapabilitas teknologi pesaing sebagai usaha untuk mengukur kemampuan para pesaing dalam memuaskan pembeli sasaran yang lama. Dalam penelitian ini menggunakan/memuat orientasi pesaing memusatkan pada 3 pertanyaan, yaitu: (1) siapa saja pesaing kita? (2) teknologi apa yang mereka tawarkan? (3) apakah mereka menawarkan altenatif yang menarik di mata pelanggan kita?
·      Koordinasi Lintas-Fungsi
Koordinasi lintas fungsi ini menjadi sangat penting bagi kelangsungan perusahaan yang ingin memberikan kepuasaan pada pelanggan sekaligus memenangkan persaingan dengan cara mengoptimalkan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan secara cermat. Langkah ini sekaligus merupakan kemampuan perusahaan dalam menangkap umpan balik dari pelanggan, merespon dan memberikan pelayanan yang lebih prima dikemudian hari.
Dalam pengembangan produk, koordinasi lintas fungsi dapat ditunjukkan dengan tingkat interaksi dan komunikasi, tingkat penyebaran informasi dan koordinasi, dan tingkat keterlibatan kerjasama dalam mengerjakan tugas-tugas spesifik yang terdapat pada pengembangan dan peluncuran produk.. Hal ini mendorong munculnya kreatifitas untuk menghasilkan produk dan program pemasaran yang baru dan bermakna bagi perusahaan.
·      Kinerja Pemasaran
Kinerja pemasaran merupakan konstruk atau faktor yang umum digunakan untuk mengukur dampak dari sebuah strategi perusahaan. Strategi perusahaan selalu diarahkan untuk menghasilkan kinerja, baik berupa kinerja pemasaran (seperti volume penjualan, porsi pasar atau market share dan tingkat pertumbuhan penjualan) maupun kinerja keuangan.  Untuk itu ukuran yang sebaiknya digunakan adalah ukuran yang bersifat menyeluruh yang dapat menjelaskan aktivitas-aktivitas pemasaran yang menghasilkan kinerja pemasaran tersebut.
Menurut Fredrich Sitorus (2004) menyatakan bahwa kualitas kinerja pemasaran yang ditunjang oleh pemahaman terhadap konsumen dan keunggulan produk baru merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kesuksesan produk baru yang berhubungan dengan penciptaan superior value bagi konsumen. Terciptanya Superior value (nilai tambah) bagi konsumen merupakan batu loncatan bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan kinerja pemasarannya. Hal ini didaptakan ketika keuntungan yang diberikan perusahaan kepada konsumen lebih daripada pesaing.
·      Keunggulan Bersaing
Prakosa (2005) berpendapat bahwa keunggulan bersaing berkaitan dengan cara bagaimana perusahaan memilih dan benar-benar dapat melaksanakan strategi ke dalam praktik. Strategi harus didesain untuk mewujudkan keunggulan bersaing yang terus menerus, sehingga perusahaan dapat mendominasi pasar lama maupun pasar baru. Hal terpenting dalam mencapai kesuksesan strategi yang diterapkan adalah dengan mengidentifikasi asset perusahaan yang sesungguhnya, dalam hal ini adalah mengetahui sesuatu yang membuat organisasi itu unik.
Perusahaan yang melakukan inovasi berkelanjutan dipandang sebagai sumber keunggulan bersaing (Prakosa, 2005). Pengukuran keunggulan bersaing ada dua pijakan dalam mencapai keunggulan bersaing, pertama adalah keunggulan sumber daya yang terdiri dari keunggulan keahlian dan keunggulan dalam bahan baku, kemudian yang kedua adalah keunggulan posisi yang terdiri dari keunggulan biaya relative rendah dan keunggulan nilai bagi pelanggan. Maka indikator keunggulan bersaing berkelanjutan yang digunakan adalah bernilai, berbeda dengan yang lain, memberikan nilai tambah lebih daripada yang lain dan tidak mudah digantikan.

 Penulis : Khoirun Istiqomah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar