Generasi Baru Indonesia Tegal

Jumat, 02 November 2018

“GenBIRA, GenBI Belajar Bersama” Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda

“GenBIRA, GenBI Belajar Bersama”
Tanggal 28 Oktober 1959, pada tanggal tersebut ditetetapkannya Sumpah Pemuda. “Ikrar Sumpah Pemuda” merupakan  salah satu wujud cita-cita dan  kecintaan terhadap tanah air pusaka Indonesia, yang harus dilafalkan secara tegas dan lantang, oleh setiap warga negara Indonesia. Pada tanggal yang sama, GenBI Tegal (Generasi Baru Indonesia) yang merupakan penerima beasiswa dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, yang di pimpin oleh Joni Marsius, mengadakan serangakaian acara dalam rangka memperingati hari sumpah Pemuda.
“GenBIRA, GenBI Belajar Bersama”
            GenBI Tegal, yang didalamnya adalah seorang pemuda-pemudi yang berdarah semangat “Sumpah Pemuda” memperingati hari tersebut dengan cara belajar bersama, karena sebagai generasi muda Indonesia haruslah cerdas, energi, dan memiliki jiwa sosial tinggi, maka dari itu GenBI Tegal mengadakan acara GenBIRA, GenBI belajar bersama. Acara GenBIRA  dilaksanakan pada  27-29 Oktober 2018. Sabtu 27 Okteber 2018, memulainya dengan acara belajar bersama di 10 SD/MI di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kota pekalongan berupa sosialisasi mengenai Bank Indonesia sebagai bank Sentral, Cikur (Ciri-ciri keaslian Uang Rupiah), keanekaragaman budaya Indonesia, dan manfaat menabung, acara dilanjutkan pada  28-29 Oktober 2018 berupa peneyerahan donasi buku sebanyak 1000 biji, ke TBM Nusantara, yang beralamat di jl. kyai Sarimin RT/RW 3/13, kelurahan padukuhan Kraton, kecamatan Pekalongan Utara, dan TBM Pahlawan beralamat di Panjang, Pekalongan Utara.SD N 01 Krapyak Lor adalah salah satu SD yang terpilih dalam kegiatan GenBIRA yaitu mereka siswa-siswi kelas V dan VI sebanyak 66 siswa-siswi, acara dimulai pada pukul 09.00 P.M. 
“GenBIRA, GenBI Belajar Bersama”

Materi pertama yang disampaikan adalah tentang Bank Indonesia sebagai Bank sentral negara Indonesia yang mengatur bank-bank lain, dan mengatur sedikit banyaknya uang yang dicetak, ujarnya “Ayu Permata Sari” salah satu anggota GenBI Tegal. Dilanjutkan materi yang kedua tentang ciri-ciri keaslian uang rupah, atau biasa disngkat dengan nama “cikur”, cara membedakan uang asli dan palsu adalah dengan cara 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang, penyampaian materi tentang cikur ini, dipimpin oleh Elok Karenina, siswa-siswi sangat antusias, dan bersemangat sekali telebih jika siswa-siswi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh kakak-kakak GenBI mereka mendapatkan hadiah yang menarik. Dilanjutkan dengan materi hiburan yaitu berupa pembuatan origami berbentuk burung, yang juga mereka siswa-siswi mengikutinya dengan penuh kegembiraan.
Materi tentang keanekaragaman suku bangsa di sampaikan oleh janatul Firda, dan Widya Utami, yang berupa pemutaran video tentang keanekaragam suku-suku bangsa, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh mereka berdua setelah video tersebut ditayangkan, dan antusias mereka dalam menjawab pertanyaan tersebut patutlah diberi jempol, terutama pada saat mereka menjawab pertanyaan mengenai “Apa makanan Khas dari Bali?” ujarnya, Firda dan Widya. Mereka saling berebut menunjuk diri mereka agar dapat terpilih menjadi sang penjawab dari pertanyaan tersebut, acara dilanjut dengan pembagian snack, do’a, dan pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak perlulah dibentuk karakter yang toleran, berdikari, respon terhadap lingkungan dengan memebekali berbagai ilmu mengenai keanekaragaman suku bangsa, kegiatan ekonomi, dll. agar calon-calon penerus penerus bangas bisa, mandiri dan saling menghargai perbedaan satu sama lain, sehingga dapat mempekuat kesatuan republik Indonesia.
“GenBIRA, GenBI Belajar Bersama”
Acara penyerahan donasi 1000 buku ke TBM Nusantara dan TBM Pahlawan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2018 berlangsung lancar, TBM Nusantara merupakan Taman Belajar Mengajar yang minat bacanya cukup tinggi, namun karena musibah Rob Banjir, menyebabkan rusaknya buku-buku dari TBM Nusantara tersebut, sehingga mereka kehilangan beberapa sumber ilmu/buku yang sering mereka baca, begitu pula dengan TBM Pahlawan. Sehingga pendonasian 1000 buku  pada dua TBM Tersebut.
Oleh    : Janatul Firda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar